Salam fotografi dari Bintaro,
Di sebuah Masjid yang megah, dikerumun puluhan orang, dihadapan selembar sumpah dan sebaris saksi. Dua insan larut dalam haru, titik air dimata tak kuasa lagi tertahan tuk tumpah, sedang bibir ? entah, sebaris senyum itu tampak abstrak impresinya. Terjaga oleh kesadaran akan akhir sebuah kesendirian dan awal penyatuan.
Sketsa tersebut coba mewartakan pada kita tentang sebuah moment bahagia dan haru dari sebuah pernikahan. Walau hanya dalam tiga baris kalimat, jelas tergambar indahnya saat - saat itu. Lau kemudian kita akan mewartakannya lagi kepada orang - orang yang tidak berkesempatan menghadirinya, dengan daya imaginasi kita sendiri. Dan berita itu akan terus, dan terus tersebar sepanjang waktu.
Pertanyaannya adalah, biaskah berita itu ? adakah barisan kalimat yang terucap akan sama dari mulut yang satu ke mulut yang lainya ? sebab kemampuan seseorang untuk dapat mendeskripsikan sebuah kejadian dengan orang lain tentunya berbeda, faktor kecerdasan, emosi sangat berpengaruh pada bobot cerita yang dipaparkan. Belum lagi daya imaginasi si penerima, meski mungkin berita itu tertuang dalam sebuah tulisan,sehingga akan sama detail pemberitaannya, namun daya imaginasi sesorang dalam melukiskan sebuah kejadian yang dia terima tanpa ia lihat tentulah teramat relative sifatnya.
Maka beruntunglah kita, bersyukurlah kita, bahwa kita hidup di zaman modern dimana terdapat satu benda yang kita sebut " kamera ". Dengan kamera foto pewarataan satu berita akan sangat terbantu, dan terhindar dari bias. Karna dia bersifat abadi, ditengah yang tidak abadi. Tak diperlukan lagi penyerapan imaginasi yang melelahkan dalam mencernanya. Kita hanya tinggal menikmatinya, menilainya, dan menghargainya.
Dia adalah benih sejarah, sejarah kita. Tersenyumlah, menangislah, dan keluarkan ekspresi sebisanya ketika di tahun - tahun mendatang coba anda ambil seonggok album dari lemari anda. Buka lembar demi lembarnya. Begitu kurusnya anda, begitu cantiknya dia, begitu lucunya si sulung masa itu.
Maka demi Tuhan, hargailah sejarah kita, hargailah kenangan - kenangan kita, dialah tolak ukur, titian jalan, batu pijakan langkah untuk kita, anak, cucu, dan generasi penerus kita. hargailah foto kita.
Jika terbersit keinginan dihati untuk mulai mengisi lembar - demi lembar sejarah anda. Mulailah datangi kami bersama istri, anak dan saudara. Atau dengan si dia pujaan hati anda.
Selamat mengukir sejarah.
Website : http://www.kedlintphotostudio.com